Sebelumnya, saya mau selebrasi sedikit atas selesainya ujian semester di sekolah saya. Horay!!!
Bukan (hanya) selesainya ujian sih yang saya rayakan, tapi karena berhasilnya saya menjalani ujian ini sesuai rencana. Saya berhasil menikmati proses-proses yang saya harapkan, walaupun dalam beberapa pelajaran (yang berhubungan dengan rumus dan angka) hasilnya kurang memuaskan (baca: remidi).
Ini posting pertama untuk tahun ini, sekaligus sebagai pertanda lahirnya kembali blog ini dalam format baru. Jiwa baru, tujuan baru, yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih banyak untuk semakin banyak orang.
Well, kali ini saya ingin membahas penyakit yang melanda sebagian besar siswa di Indonesia. Ya, setidaknya di lingkungan terdekat saya. Posting ini tentang UJIAN.
Awal mulanya begini. Saya sedang Facebookan -waktu itu hari pertama saya ujian-, nah kok saya nemu status yang lucu-lucu seperti ini:




Apa yang ada di pikiran Anda ketika membaca status-status di atas? Ingin tertawa? Hahaha… Sama seperti saya. Kaget? Ah sepertinya enggak.
Atau biasa saja? Ya mungkin karena sudah terlalu sering ya…
Di sinilah letak permasalahannya. Hal-hal seperti di atas, bahkan sudah membudaya di kalangan remaja. Bisa Anda bayangkan, bagaimana jadinya nanti, jika sejak muda, kepesimisan, ketidakjujuran, dan kegotong royongan yang salah itu terus dipelihara? Saya jadi ingat ucapan seorang bijak dalam buku yang saya baca, bahwa manusia akan menjadi seperti apa yang berulang-ulang mereka lakukan.
Oke, sejenak lupakan yang konyol-konyol di atas dan simak status yang agak mellow ini:

Hm… Apa dia tidak menghargai kesakitan tubuhnya gara-gara terus-terusan SKS dengan mengucapkan doa seperti itu? Ya, semoga saja itu hanya bercanda.
Seperti yang satu ini:

Memang berat menjalani hal-hal yang kita belum tahu apa manfaatnya buat kita. Apalagi kalau hal itu menyita banyak energi dan waktu. Kalau sudah begini, sepertinya guru-guru BK harus lebih aktif nih memberikan pemahaman yang benar kepada murid-muridnya.
Btw, teman-teman punya opini tentang ini? Apa tujuan sekolah menurut Anda? Saya akan share pandangan saya tentang sekolah dan tips-tips untuk sukses ujian pada post mendatang. Nantikan ya!
Sebagai penutup artikel ini, mari kita simak dan serap baik-baik nasihat dari teman kita satu ini:

Bagaimana tanggapan Anda?
Artikel yang berkaitan:

hehehe, lucu juga status2nya..setuju kalo peran guru BK harus membimbing para muridnya juga agar tidak stress pada waktu ujian tuh..
salam kenal
Salam kenal Mas Erick!
Hehehe… Yang tidak kalah penting, membimbing supaya melewati jalan yang benar ya…
salam super,,,
bagaimanapun Ujian Nasional itu tetap harus ada. Soal bagaimana sikap siswa kita menghadapinya saya rasa itu menjadi PR bersama,,,
Yang menjadi masalah adalah ketika PRnya tidak kunjung diselesaikan karena dianggap kurang serius.
wah sampai segitunya.. tapi menurut saya remaja2 dari dulu sampai sekarang sama saja, cuma kalau dulu belum ada facebook untuk mengungkapkan “perasaan” itu
Wah… Jadi dari dulu kita gak mengalami kemajuan dong Kang??? Xixixi…
Inilah awal mulanya bangsa kita bermental curang, koruptor, dll. Saat ujian tidak lagi dijalani dengan sebenar-benarnya.
Semoga ke depan ada perubahan sikap dan mental.
Btw, Hangga sendiri ujian garap dewe kan!
Alhamdulillah Mas… Sejak UAN SMP sudah saya biasakan mengerjakan sendiri…
Berati SD nyontekan dong… hahaha… becanda!
mantaps… patut diteladani…
Hahaha… Bahkan saya pernah ngerepek Mas…