Apa Gunanya Sekolah?

January 18th, 2010 by Hangga Leave a reply »

apa gunanya sekolah 150x150 Apa Gunanya Sekolah?Pertanyaan klasik ini sering menghantui banyak remaja di dunia. Termasuk saya, dan mungkin Anda. :D Bahkan, akibat terlalu memikirkan ini, saya pernah mengalami keputusasaan dan kemarahan yang cukup panjang terhadap sekolah. Saya merasa sekolah lebih banyak membuang waktu, daripada memanfaatkan waktu dengan hal-hal positif. Kenapa? Karena lebih banyak pelajaran di sekolah yang sebenarnya kurang saya sukai dan saya pikir kurang (bahkan tidak akan) bermanfaat buat saya nantinya.

Bayangkan saja, apa gunanya belajar kimia untuk seseorang yang berencana dan sangat berniat dalam bisnis? Bukankah lebih baik kalau kita menggunakan waktu kita yang begitu berharga itu untuk hal-hal yang benar-benar kita butuhkan dan bermanfaat buat karir kita kedepannya? Bukankah hidup akan lebih menyenangkan jika kita bisa menggunakan waktu kita untuk menjalani dan mempelajari hal-hal yang kita sukai?

Ditambah lagi, dengan seabreg masalah lain seperti guru yang kurang perhatian, terlalu berorientasi pada nilai, dan pilih kasih. Teman-teman yang kurang cocok. Fasilitas yang kurang memadai. Kegiatan extrakurikuler yang jelek-jelek. Bukankah itu sempurna? Bukankan itu sudah sangat kuat untuk membuat kita berhenti dari sekolah?

Tapi coba kita pikir lagi, kalau tidak sekolah, hal-hal positif apa yang akan kita lakukan? Apakah kita bisa mencapai cita-cita dan impian kita jika tidak sekolah? Okelah, ada beberapa orang hebat dan beruntung yang bisa melakukannya. Tapi apakah Anda yakin akan diridhoi Tuhan untuk itu? Lalu, apakah Anda tega melihat orang tua Anda menangis, karena Anda telah menyianyiakan pengorbanan dan kasih sayang mereka untuk memberi Anda pendidikan yang lebih baik daripada yang dapat diberikan orang tua mereka dulu agar nasib Anda lebih beruntung dari orang tua Anda?

Ada yang bilang, dunia ini bagaikan permainan ular tangga. Banyak petak-petak yang harus kita lalui. Kadang dipetak-petak itu ada sesuatu yang menyenangkan, kadangpula ada yang tidak menyenangkan. Tapi bagaimanapun juga, untuk mencapai finish, kita harus terus berjalan. Tidak peduli suka atau tidak dengan apa yang sedang kita mainkan saat ini.

Segala sesuatu ada masanya. Begitu juga sekolah. Tidak selamanya kita sekolah kan? Jadi, bagaimana kalau kita nikmati saja masa-masa yang gak bakal terulang lagi ini?

Coba kita buka pikiran kita lagi. Sebenarnya menghabiskan waktu disekolah itu bisa jadi sangat menyenangkan. Kita bisa bermain dengan teman-teman yang sebenarnya baik. Kalaupun kadang-kadang mereka berlaku tidak baik, mungkin itu juga karena perilaku kita yang kurang baik kepada mereka. Pernah mendengar bahwa reaksi teman-teman kita kepada kita, adalah cerminan dari perilaku kita terhadap mereka?

Atau kalaupun mereka tetap berlaku tidak baik walaupun kita sudah baik, mungkin saja mereka sedang ada masalah. Entah dengan ortu, sahabat, guru, bahkan pacarnya. So, coba kita pahami saja dan berusaha terus berlaku baik kepadanya. Saya yakin tidak lama kemudian, perilaku teman kita akan menjadi sebaik perilaku kita kepada mereka. Banyak yang sudah membuktikannya, termasuk saya. Kenapa Anda tidak?

Kita juga bisa mulai membiasakan diri untuk menyukai pelajaran-pelajaran yang sebelumnya tidak kita sukai. Lalu sedikit demi sedikit, mencoba menjadi berprestasi di dalamnya. Ada sensasi tersendiri yang akan kita rasakan. Kita akan belajar bagaimana rasanya berjuang, bagaimana rasanya harus berdisiplin, bagaimana rasanya jujur saat ujian, bagaimana menjadi proaktif di kelas, bagaimana menjadi lebih menghargai guru, dan yang lebih nikmat, bagaimana rasanya mensyukuri keberhasilan yang kita raih atas usaha-usaha kita itu. Ya, itu semua bisa kita dapatkan dengan mempelajari kimia!

So, apa gunanya kita sekolah? :)

Sumber gambar: picture-book.com.

Tidak ada artikel yang berkaitan.

Advertisement

22 comments

  1. cossierandi says:

    okelah kalo begitu…, tapi sekolah sendiri kadang menjadi tolak ukur kecerdasan seseorang. Maksudnya orang yang pendidikan tinggi anggapan orang adalah orang yg cerdas dan pintar. Apalagi jika orang tersebut jebolan UI. Padahal tidak mesti orang tersebut se cerdas yg kita kira kan.

  2. Belajar SEO says:

    sekolah memang asyik sebagai tempat sosialisasi yang baik untuk melanjutkan dikehidupan masyarakat dan baik untuk menimba ilmu yang akan dipergunakan dalam kehidupan masyarakat :D

  3. Sekolah? Gunanya untuk menjalin relasi. Karena kita tidak tau, bakal jadi apa temen kita kalo udah besar nanti. Siapa tau, ada yang jadi presiden

  4. Geraeldo says:

    sekolah memang membosankan… :(

  5. Syamsul Alam says:

    (Anti fast reading)

    Hm… saya dulu juga memikirkannya, tak hanya sekali, bahkan berkali-kali…

    Keinginan saya untuk melepaskan rumah yang hangat, kasur yang empuk, dan makanan yang enak juga karena sekolah.

    Hingga suatu hari, saya bertemu seorang guru yang berkata kepada saya.

    “Jangan berpiir belajar kimia tak berguna untuk bisnismu, jangan anggap belajar matematika tak ada gunanya untuk bisnismu.

    Esensi sebenarnya dari belajar adalah mengembangkan kemampuan berpikir dari tingkat sederhana ke tingkat yang lebih kompleks. Belajar adalah mengembangkan kapasitas, terlepas dari materi yang kamu pelajari.

    Matematika dan kimia, memberikanmu sebuah pandangan lain atas pemecahan suatu masalah. Dan memandang dari banyak segi, selalu lebih baik daripada dari satu segi saja…

    Janga lihat alkananya, algoritmanya, aljabarnya, tapi lihatlah cara berpikir untuk menemukan semua itu…”

    Bingung? Aku juga awalnya, dan akhirnya perlahan-lahan mulai mengerti dan menyadari bahwa belajar itu selalu penting, apapun kondisinya, apapun materinya, siapapun gurunya.

    Nice post… mungkin akan ada post balasan untuk post ini.

  6. badrun says:

    apa gunanya belajar kimia untuk seseorang yang berencana dan sangat berniat dalam bisnis?

    yang ini setuju.. materi yang bersifat umum cukup sampai tingkat SMP aja…

  7. Fikri Rasyid says:

    Sudah pernah baca transkrip atau video Steve Jobs saat kelulusan di stanford tahun 2005 yang sangat legendaris itu? Hidup itu seperti menghubungkan titik2. kadang yang kita pelajari sekarang baru kita sadari manfaatnya 4 tahun atau mungkin 20 tahun kemudian :)

    anyway, blog kamu menjadi semakin menarik. nice :D

    • Hangga says:

      Makasih banyak Mas Fikri… :)

      Saya membacanya akhir-akhir ini, sangat terinspirasi, walaupun belum paham sepenuhnya.

      Ya, saya harap saya bisa lebih ikhlas mengumpulkan titik titik itu… :D

  8. arramuse says:

    kata orang tua seh, sekolah itu :

    untuk Makan Bangku

  9. BlaGaBLoGer says:

    Saya suka sekolah, ada banyak ide dan pengetahuan baru disekolah, diskusi antar teman, dan juga guru ataupun dosen… nice post hangga… ^_^

  10. kalau sekarang gunanya sekolah utk cari pacar :mrgreen:

    gak sekolah gak dapat pacar.. gak dpt pacar ya gak sekolah :mrgreen:

  11. Bung Eko says:

    Saya setuju dengan analogi ular tangga itu, Bung. Kayanya memang seperti itu. Sebelum sampai ke kotak ke-100, kita harus bertarung dulu habis-habisan, bahkan di bidang yg mungkin bukan maunya kita. Dari hasil pertarungan itu baru akan ketahuan, apakah kita langsung naik tangga atau malah turun gara-gara ular? :D

    Menarik!

  12. mastegar says:

    memang pelik klo permasalahanya kyk gini…

  13. muhammad says:

    taw gk gara2 hal ini q b0los sk0la 1 minggu….tp q sdar 1 hal…sek0lah itu adalah ukuran kerja keras kita sbgaimana tngkat kerja keras untk bs menggapai mimpi qt

Leave a Reply