Masih ingat pelajaran IPA waktu SD dulu, tentang simbiosis komensalisme antara ikan hiu dengan ikan remora? Yup! Dalam hidup ini, kita juga perlu berteman dengan ‘ikan hiu’, seperti yang dilakukan ikan remora tersebut.
Jika dalam hubungan antara 2 makhluk laut itu, keuntungan yang didapat ikan kecil adalah rasa aman dan sisa makanan, dalam pertemanan manusia bisa berarti ilmu dan berbagai kemudahan. Seperti yang pernah saya alami sendiri. Saat awal-awal ngeblog dulu, saya rajin sekali bermain ke zalukhu.com (sekarang isinya sudah berubah semenjak pemiliknya juga berubah). Secara tidak langsung, keakraban mulai terjalin antara ikan hiu (Bang Zalukhu) dengan ikan remora (saya). Dan berkat itu, selain mendapatkan banyak sekali ilmu, saya juga kecipratan sedikit-banyak ketenaran dari Bang Zal. Pasalnya, waktu itu Bang Zal pernah menyebutkan nama saya dan memberikan link ke blog saya dalam suatu postingnya. Dan bisa Anda tebak apa yang terjadi selanjutnya.
Persis seperti simbiosis komensalisme yang saya sebutkan di awal. Saya mendapatkan keuntungan yang banyak dari si ikan hiu, tapi ikan hiu tidak mendapatkan kerugian apapun. Kelihatannya tidak adil ya? Tapi memang hanya itulah yang bisa dilakukan oleh ikan kecil. Oleh karena itu, kita perlu menjadi ikan besar, agar suatu saat, kita juga bisa membesarkan ikan-ikan kecil lain yang sedang bertumbuh. Dengan begitu saya rasa kita sudah berbuat cukup adil.
Well, menurut saya, inilah cara tercepat untuk menjadi orang hebat. Temukan orang-orang yang sudah sukses dalam bidang-bidang yang ingin Anda kuasai, dan bertemanlah dengan mereka. Ingat, saya menganjurkan Anda untuk berteman, bukan untuk memanfaatkan. Manusia berbeda dengan ikan hiu dan remora, jadi cukup contoh konteksnya saja ya dalam analogi yang saya sebutkan di atas.
Gambar dari: id.wikipedia.org
Tidak ada artikel yang berkaitan.

Mulai sekarang, musti deket2 ama orang hebat
Seperti itulah yang disarankan orang-orang besar seperti Nabi Muhammad, Robert Kiyosaki, dan Mario Teguh Mas.
ada sih teman blogger terkenal yg banyak membantu saya… namanya cebong ipiet
blogger terkenal yang paling sering membantu saya
Oh Mbak Cebong Ipiet ya??? Saya kenal itu. Mbak Cebong juga sering bantuin saya…
Betul juga, cuma kadang tidak semua hiu mau berteman sama ikan kecil.
Ya mungkin ikan hiunya sudah sangat besar, jadi ikan kecil yang bisa berteman dengannya juga ikan kecil yang lebih besar.
Analoginya bagus…
Berarti harus mulai mencari ikan hiu saya..hehe
yap…. jadi remora…biar kecil kecipratan terus sama rezekinya. hehehe
salam kenal mas… blogger remaja juga ya ?
Salam kenal juga Rief… Ya… sama-sama blogger remaja…
hehehehe… ditunggu kunjunganya ke blog saya yaa… btw skolah dmana ??
Hehehe… Aku sudah berkunjung dan berkomentar di blog kamu beberapa hari lalu Rief…
Makasih ya kunjungan baliknya!
Btw, ada facebook?
harus banyak berteman dgn Hangga Nuarta nih…
Iya… Bantuin saya jadi ikan yang lebih besar seperti sampean ya Mas.
Justru saya remoranya, kan kamu lebih sukses
hadir bang ikan remora mohon petunjuk nih….
kali aja bs dibantu
Rajin beribadah Bang…
Hei hang… sori klo menyinggung. Tapi ada 24 kata yang kedetect copyscape dari halaman ini loh…. wkwkwkwk….
Hm… bang Zalukhu emang banyak sekali ngebantuin. Lumayan seru bisa chat dan berteman dengannya. Nice story btw…
Copyscape emang banyak salahnya daripada benernya. Btw, saya minta saran dan bantuan dunk biar blog saya lebih banyak di baca remaja.
Iri saya sama kmu yang dibaca orang muda2, sementara saya dibaca ama orang2 tua…
Wkwkwkwk… permintaan ini serius loh.
Kelihatannya bahasa sampean masih terlalu tinggi untuk sebagian besar remaja di Indonesia Mas… Hehehe…
Dan kayaknya, aku dapet pengunjung muda juga dari blogwalking…
Iya, bener kata Hangga. Gaya bahasa Alam agak berat untuk dicerna para remaja. Mungkin bisa lebih disederhanakan jika ingin membidik segmen remaja
betul… memang agak susah karena menggunakan bahasa yang agak sulit… tapi masih lebih baik daripada pake alay
Nyederhanakannya gimana… hiks-hiks….
Setuju mas. Berteman tidak mesti selalu identik dengan memanfaatkan yang cenderung merugikan saja. Berteman berarti kita berusaha meneladani dan belajar hal-hal positif dari teman kita.
Wah, jadi kangen nih dengan tulisan-tulisan Bang Zal. Ke mana ya dia?
Sepertinya Bang Zal sedang sibuk mengurusi kerjaan offlinenya. Untuk onlinenya mungkin lagi konsen ke ebooknya.
Saya juga lagi nunggu-nunggu beliau nulis lagi.
Setuju…! Analogi yg sangat cocok sekali. Tapi kebanyakan manusia sekarang (saya bilang kebanyakan lho ya, tidak semuanya) lebih suka berteman karena melihat apa yg dimiliki oleh seseorang atau apa yg akan dia dapat dari orang tersebut, bukan karena tulus berteman. Jadi, begitu si orang tadi gak punya apa-apa lagi, gak ada deh yg mau ngajak berteman.
Hm… Jadi peraturan umumnya begitu ya. Pilihan kita cuman 2 dong Mas, mematuhi atau mengubah peraturan.
mudah2an tidak ada yang seperti itu di Indonesia hehehe
Lebih baik lagi kalau tidak ada yang seperti itu di dunia ini.
gk salah dh q berteman ama orng hebat kyk hangga ma mas alam.mudah mudahan bsa nular hebtnya